INFOMALL.ID | Musik – Lagu “Sepenuh Hati” merupakan single kedua dari Rony Parulian, finalis Indonesian Idol musim ke-12, yang dirilis pada 29 Maret 2024. Dalam lagu ini, Rony berkolaborasi dengan maestro musik Indonesia, Andi Rianto, yang juga menjadi komposer bersama Monty Tiwa. Versi terbaru ini merupakan daur ulang dari lagu yang sebelumnya dipopulerkan oleh Ariyo Wahab pada awal 2000-an.
“Sepenuh Hati” mengisahkan perjalanan emosional seseorang yang merasa terpuruk dan kehilangan arah dalam hidupnya. Dalam kegelapan tersebut, hadir sosok istimewa yang membawa harapan dan semangat baru. Liriknya menggunakan metafora seperti “bukan matahari bila tak menyinari” dan “bukan kuntum bunga bila tak mewangi” untuk menekankan bahwa cinta sejati harus diberikan dengan sepenuh hati.
Versi terbaru ini menampilkan aransemen musik yang megah dengan sentuhan orkestra dari Budapest Scoring Orchestra, memberikan nuansa emosional yang mendalam. Kolaborasi antara vokal khas Rony dan aransemen orkestra menciptakan pengalaman mendengarkan yang menyentuh hati.
Sejak perilisannya, “Sepenuh Hati” berhasil menarik perhatian publik dan menjadi trending di berbagai platform musik digital, termasuk YouTube dan TikTok. Lagu ini sering digunakan sebagai latar musik untuk konten-konten romantis di media sosial, menunjukkan resonansi emosional yang kuat dengan pendengarnya.
Untuk menikmati lagu ini, Anda dapat menonton video musik resminya di kanal YouTube Rony Parulian./odt
SEPENUH HATI (RONY PARULIAN)
Bukan matahari (bila tak menyinari)
Bukan kuntum bunga (bila tiada mewangi)
Dan bukanlah cinta (bila tidak sepenuh hati)
Ketika renungkan arti hidup
Di malam hari ini
Kurasa malam tak berujung
Laut tak bertepi
Gunung tak terdaki, ho-oh
Desak di dadaku s’makin berat
Saat itu kau hadir
Berdiri menanti di sini
Berharap pintuku terbuka
Kauajarku
Kau t’lah bukakan mata
Agar kumengerti
Bukan matahari (matahari) bila tak menyinari
Bukan kuntum bunga (kuntum bunga) bila tak mewangi
Dan bukanlah cinta (bukan cinta) bila tidak sepenuh hati
Desak di dadaku s’makin berat
Saat itu kau hadir
Berdiri menanti di sini
Berharap pintuku terbuka, yeah
Kau t’lah bukakan mata (bukakan mataku)
Agar kumengerti
Bukan matahari (matahari) bila tak menyinari
Bukan kuntum bunga (kuntum bunga) bila tak mewangi
Dan bukanlah cinta (bukan cinta) bila tidak sepenuh hati
Oh-uh-oh-oh-oh-oh-oh-oh-oh-uh
Ho-wo-wo
Bukan matahari bila tak menyinari
Bukan kuntum bunga bila tak mewangi
Dan bukanlah cinta bila tidak sepenuh hati
Oh, bila tidak sepenuh hati



