INFOMALL.ID | Jakarta – Setelah meredanya pandemi Covid-19 di akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023, kini muncul fenomena baru yang mengejutkan. Tren penurunan bisnis di berbagai mall terjadi di sejumlah kota-kota besar dan daerah.
Seperti yang kami kutip dari sumber CNBC Indonesia, sejumlah jaringan restoran yang beroperasi di berbagai mall di Jakarta kini terpantau sepi. Seperti Ratu Plaza, Plaza Semanggi, Pusat Elektronik Glodok, Blok M Mall, Mal Grand Paragon, Serpong Plaza dan lainnya juga terpantau sepi dari pengunjung.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, saat ini bisnis restoran menghadapi situasi rumit. Dalam hal peningkatan traffic pengunjung, tidak selalu berdampak positif pada meningkatnya pendapatan yang diterima para pengelola usaha. Selain itu, biaya operasional yang harus ditanggung semakin naik seiring dengan meningkatnya traffic. Jika tidak diikuti dengan kenaikan pendapatan usaha, maka usaha restoran dikemudian hari bisa jadi gulung tikar.
Permasalahan lain yang tak kalah peliknya, maraknya aktivitas sosial dan ekonomi setelah pembatasan ketat di era pandemi Covid-19, ternyata belum diikuti pemulihan usaha. Di sisi lain, pengusaha harus melunasi kewajibannya ke pihak bank meski masih dalam kondisi babak belur, jelas Maulana menambahkan.
Hal senada juga dikatakan oleh Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit, ia mengatakan penyebab fenomena mall sepi pengunjung karena adanya efek domino pandemi Covid-19 yang beberapa tahun ke belakang telah memukul keras bisnis ritel modern, khususnya pusat perbelanjaan. Pandemi membuat penyewa keluar dari pusat perbelanjaan, apalagi jika tarif sewa tetap tinggi padahal pengunjung semakin sepi.
Selain itu, Panangian menuturkan, fenomena mall sepi pengunjung sebenarnya merupakan suatu permasalahan yang sangat kompleks, dan sulit untuk dibuktikan mana yang sudah terjadi lebih dahulu. Ia mengatakan, mall-mall tersebut mulai ditinggalkan oleh pengunjung karena kehadiran pesaing baru yang lebih memiliki daya tarik. Selain lokasi strategis yang menjadi daya tarik, pertimbangan lokasi yang rawan kemacetan juga cenderung menjadi pertimbangan pengunjung untuk datang ke pusat perbelanjaan.
Adanya penyelenggaraan even di mall juga cukup berpengaruh dalam menarik minat pengunjung. Ditambah lagi dengan adanya penawaran-penawaran menarik, berupa promo dan diskon. Panangian menambahkan, solusinya lebih pada sikap pemilik pusat perbelanjaanya. Bagaimana caranya membuat mall itu kembali ramai dikunjungi oleh konsumen.
Sementara itu, Staff ahli Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) Yongky Susilo mengatakan, untuk menarik pengunjung, pengelola mal harus menawarkan konsep yang berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya. Menurut dia, saat ini masyarakat lebih senang bepergian untuk berbelanja sembari melakukan aktivitas sosial, karena itu ruang publik seperti outdoor area menjadi bagian penting yang tidak bisa terpisahkan.
Sebagian masyarakat memang masih banyak yang mengandalkan penjualan online untuk memenuhi kebutuhannya, namun ada juga kecenderungan orang-orang mulai mencari langsung ke toko untuk mendapatkan pengalaman berbeda. Karena itu, pengelola mall harus berbenah untuk menangkap peluang ini./brl












